Mikroba
Tanah
Mikroba terkecil dan
paling banyak terdapat di tanah adalah bakteri. Masing-masing mikroba memiliki
peran dan kemampuan tersendiri. Sebagian besar tinggal di 10 cm atas tanah
dimana bahan organik hadir (Ugama, 2010).
Beberapa spesies
bakteri sangat rapuh dan dapat dibunuh oleh perubahan-perubahan kecil dalam
lingkungan tanah. Populasi mikroba bias boom atau bust dalam
waktu beberapa hari untuk menanggapi perubahan kelembaban tanah, suhu tanah
atau substrat Karbon. Untuk
mendapatkan keuntungan dalam proses ini, banyak mikroba melepaskan zat
antibiotik untuk menekan pesaing tertentu. Dengan cara ini beberapa spesies
dapat menekan mikroorganisme penyebab penyakit lainnya (Ugama, 2010).
Meskipun tidak akan
terpengaruh oleh budidaya, bakteri populasi yang tertekan oleh kondisi kering,
keasaman, salinitas, dan kurangnya bahan organik. Kecuali dalam hal inokulasi
benih tertentu, sangat sulit untuk membangun populasi yang diinginkan dari
bakteri hanya dengan menambahkan mereka ke tanah. Jika populasi bakteri tanah
yang rendah, itu mungkin karena kondisi yang tidak menguntungkan, sehingga
setiap penambahan baru cenderung mengalami nasib yang sama. Pendekatan yang
lebih efektif untuk manajemen bakteri adalah (Ugama, 2010) :
1.
Mengatasi masalah kesehatan ;
2.
Memastikan bahwa ada tanah yang baik penutup rumput atau
mulsa;
3.
Membangun bahan organik melalui praktek-praktek seperti
tanaman pupuk hijau, mulsa, penggembalaan strategis dan persiapan lahan
minimum.
Mikroba Air
Air merupakan materi penting
dalam kehidupan. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Dari sejumlah 40 juta
milkubik air yang berada di permukaan dan di dalam tanah, ternyata tidak lebih
dari 0,5% (0,2 juta mil-kubik) yang dapat digunakan secara langsung untuk
kepentingan manusia. Karena dari jumlah 40 juta mil-kubik, 97% terdiri dari air
laut dan jenis air lain yang berkadar-garam tinggi, 2,5% berbentuk salju dan
es-abadi yang dalam keadaan mencair baru dapat dipergunakan secara langsung
oleh manusia (Hamdiyati, 2012).
Air
yang kita gunakan untuk keperluan sehari-hari mengandung berbagai jenis mikroba
(patogen dan nonpatogen) di dalamnya. Seiring dengan berkembangnya industri,
penduduk dan luasnya areal pemukiman, ketersediaan akan air bersih yang layak
diminum semakin langka. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menilai
kelayakan/kualitas air unuk menjadi air minum adalah jenis bakteri yang
terkandung di dalamnya (Hamdiyati, 2012).
Pemakaian
air sungai sebagai air minum masih tergolong aman digunakan apabila
mikroorganisme yang terkandung di dalamnya tidak bersifat patogen. Air minum
yang tercemar oleh kuman dapat menjadi wabah penyakit usus. Salah satu metode
pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan monitoring kualitas air secara
mikrobiologik sebelum dijadikan sebagai sumber air minum (Hamdiyati, 2012).
Isolasi Mikroba
Isolasi merupakan cara untuk
memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan, sehingga
diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur murni ialah kultur yang
sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal. Beberapa cara
yang dilakukan untuk mengisolasi mikroorganisme antara lain cara goresan (streak plate), cara taburan/tuang (pour plate), cara sebar (spread plate), cara pengenceran (dilution plate) serta micromanipulator (Pelczar, 1988).
Medium pertumbuhan mikroba
adalah salah satu bahan yang terdiri dari campuran Nitrogen yang diperlukan mikroba untuk pertumbuhannya. Dengan
menggunakan medium pertumbuhan, aktifitas
mikroba dapat dipelajari dan dengan medium tumbuh dapat dilakukan isolasi
mikroba menjadi kultur murni, pembanyakan, pengujian sifat biologis, dan
perhitungan jumlah mikroba (Pelczar, 1988).
Beberapa
faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan isolasi mikroba yaitu:
1.
Sifat dari setiap jenis mikroba yang akan diisolasi
2.
Tempat hidup atau asal mikroba tersebut
3.
Medium pertumbuhan yang sesuai
4.
Cara menginokulasi mikroba
5.
Cara menginkubasi mikroba
6.
Cara menguji bahwa mikrobia yang diisolasi telah
berupa kultur murni dan sesuai dengan yang dimaksud
7.
Cara memelihara agar mikrobia yang telah diisolasi
tetap merupakan kultur murni
Kultur
murni atau biakan murni sangat berguna didalam mikrobiologi, yaitu untuk
menelaah dan mengidentifikasi mikroorganisme, termasuk penelaahan ciri-ciri
kultural, morfologis, fisiologis, maupun serologis, memerlukan suatu popolasi
yang terdiri dari satu macam mikroorganisme saja (Hadioetomo, 1993).
Sifat
organisme dalam suatu biakan murni dapat dipelajari dengan metode yang amat
keras dengan hasil yang sangat akurat karena pengaruh sel hidup yang lain dapat
ditiadakan (Volk,1993)
Terdapat berbagai cara mengisolasi
mikroba, yaitu (Anonim A, 2009):
1. Isolasi pada agar cawan
Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah
mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat
dipisahkan dari organisme lainnya. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada
cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Terdapat
beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan, yaitu Metode gores kuadran,
dan metode agar cawantuang. Bila metode gores kuadran dilakukan dengan baik maka
akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme, dimana setiap koloni berasal
dari satusel.
2. Metode agar tuang
Berbeda
dengan metode gores kuadran, cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan
dan didinginkan (50oC) yang kemudian dicawankan. Pengenceran tetap
perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang
terpisah di atas permukaan atau di dalam cawan.
3. Isolasi pada medium cair
Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat
tumbuh pada agar cawan (medium padat), tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur
cair. Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial
pengenceran. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel
semakin besar.
4. Isolasi sel tunggal
Metode isolasi
sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang
tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. Sel mikroorganisme
dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. Kemudian sel tersebut
dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun
mikromanipulator yang dilakukan secara aseptis.
Ada beberapa metode
yang biasanya dilakukan untuk inokulasi
di dalam medium diantaranya adalah (Anonim, 2010):
1.
Metode
cawan gores
Metode ini punya dua keuntungan yaitu menghemat bahan
dan waktu. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan.
Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan
terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. Dua macam kesalahn yang umum sekali
dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium sebaik-baiknya untuk
digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjadi kurang lanjut dan cenderung
untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan
sel-sel yang digores.
2.
Metode
cawan tuang
Cara lain untuk memperoleh biakan koloni murni dari populasi campuran
mikroorganisme ialah dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang
telah dicairkan dan didinginkan dan kemudian dicawankan. Metode ini memboroskan
waktu dan bahan dan tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi.
DAFTAR
PUSTAKA
Baker
Fj, Silverton RE, 1986. Microssopy and Microbiology. London: Saunder Collage Publishing
Buckle,
K.A. 1987. Ilmu Pangan.
Jakarta: Universitas
Indonesia
Budiarti,
LiaYulia. 2009. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Terintegrasi. Banjarbaru: Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Hadietomo,
R. S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek.
Jakarta: PT Gramedia
Pelczar,
Jr et al. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI Press)
Volk & Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar.
Jakarta: Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar