Sabtu, 15 November 2014

ISOLASI MIKROBA

Mikroba Tanah
Mikroba terkecil dan paling banyak terdapat di tanah adalah bakteri. Masing-masing mikroba memiliki peran dan kemampuan tersendiri. Sebagian besar tinggal di 10 cm atas tanah dimana bahan organik hadir (Ugama, 2010).
Beberapa spesies bakteri sangat rapuh dan dapat dibunuh oleh perubahan-perubahan kecil dalam lingkungan tanah. Populasi mikroba bias boom atau bust dalam waktu beberapa hari untuk menanggapi perubahan kelembaban tanah, suhu tanah atau substrat Karbon. Untuk mendapatkan keuntungan dalam proses ini, banyak mikroba melepaskan zat antibiotik untuk menekan pesaing tertentu. Dengan cara ini beberapa spesies dapat menekan mikroorganisme penyebab penyakit lainnya (Ugama, 2010).
Meskipun tidak akan terpengaruh oleh budidaya, bakteri populasi yang tertekan oleh kondisi kering, keasaman, salinitas, dan kurangnya bahan organik. Kecuali dalam hal inokulasi benih tertentu, sangat sulit untuk membangun populasi yang diinginkan dari bakteri hanya dengan menambahkan mereka ke tanah. Jika populasi bakteri tanah yang rendah, itu mungkin karena kondisi yang tidak menguntungkan, sehingga setiap penambahan baru cenderung mengalami nasib yang sama. Pendekatan yang lebih efektif untuk manajemen bakteri adalah (Ugama, 2010) :
1.    Mengatasi masalah kesehatan ;
2.    Memastikan bahwa ada tanah yang baik penutup rumput atau mulsa;
3.    Membangun bahan organik melalui praktek-praktek seperti tanaman pupuk hijau, mulsa, penggembalaan strategis dan persiapan lahan minimum.
 Mikroba Air
Air merupakan materi penting dalam kehidupan. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Dari sejumlah 40 juta milkubik air yang berada di permukaan dan di dalam tanah, ternyata tidak lebih dari 0,5% (0,2 juta mil-kubik) yang dapat digunakan secara langsung untuk kepentingan manusia. Karena dari jumlah 40 juta mil-kubik, 97% terdiri dari air laut dan jenis air lain yang berkadar-garam tinggi, 2,5% berbentuk salju dan es-abadi yang dalam keadaan mencair baru dapat dipergunakan secara langsung oleh manusia (Hamdiyati, 2012).
Air yang kita gunakan untuk keperluan sehari-hari mengandung berbagai jenis mikroba (patogen dan nonpatogen) di dalamnya. Seiring dengan berkembangnya industri, penduduk dan luasnya areal pemukiman, ketersediaan akan air bersih yang layak diminum semakin langka. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menilai kelayakan/kualitas air unuk menjadi air minum adalah jenis bakteri yang terkandung di dalamnya (Hamdiyati, 2012).
Pemakaian air sungai sebagai air minum masih tergolong aman digunakan apabila mikroorganisme yang terkandung di dalamnya tidak bersifat patogen. Air minum yang tercemar oleh kuman dapat menjadi wabah penyakit usus. Salah satu metode pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan monitoring kualitas air secara mikrobiologik sebelum dijadikan sebagai sumber air minum (Hamdiyati, 2012).
 Isolasi Mikroba
Isolasi merupakan cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal. Beberapa cara yang dilakukan untuk mengisolasi mikroorganisme antara lain cara goresan (streak plate), cara taburan/tuang (pour plate), cara sebar (spread plate), cara pengenceran (dilution plate) serta micromanipulator (Pelczar, 1988).
Medium pertumbuhan mikroba adalah salah satu bahan yang terdiri dari campuran Nitrogen yang diperlukan mikroba untuk pertumbuhannya. Dengan menggunakan medium pertumbuhan, aktifitas mikroba dapat dipelajari dan dengan medium tumbuh dapat dilakukan isolasi mikroba menjadi kultur murni, pembanyakan, pengujian sifat biologis, dan perhitungan jumlah mikroba (Pelczar, 1988).
Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan isolasi mikroba yaitu:
1.    Sifat dari setiap jenis mikroba yang akan diisolasi
2.    Tempat hidup atau asal mikroba tersebut
3.    Medium pertumbuhan yang sesuai
4.    Cara menginokulasi mikroba
5.    Cara menginkubasi mikroba
6.    Cara menguji bahwa mikrobia yang diisolasi telah berupa kultur murni dan sesuai dengan yang dimaksud
7.    Cara memelihara agar mikrobia yang telah diisolasi tetap merupakan kultur murni
Kultur murni atau biakan murni sangat berguna didalam mikrobiologi, yaitu untuk menelaah dan mengidentifikasi mikroorganisme, termasuk penelaahan ciri-ciri kultural, morfologis, fisiologis, maupun serologis, memerlukan suatu popolasi yang terdiri dari satu macam mikroorganisme saja (Hadioetomo, 1993).
Sifat organisme dalam suatu biakan murni dapat dipelajari dengan metode yang amat keras dengan hasil yang sangat akurat karena pengaruh sel hidup yang lain dapat ditiadakan (Volk,1993)
Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba, yaitu (Anonim A, 2009):
1.    Isolasi pada agar cawan
Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan, yaitu Metode gores kuadran, dan metode agar cawantuang. Bila metode gores kuadran dilakukan dengan baik maka akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme, dimana setiap koloni berasal dari satusel.
2.    Metode agar tuang
Berbeda dengan metode gores kuadran, cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC) yang kemudian dicawankan. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan atau di dalam cawan.

3.    Isolasi pada medium cair
Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat), tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar.
4.    Isolasi sel tunggal
Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun mikromanipulator yang dilakukan secara aseptis.
Ada beberapa metode yang  biasanya dilakukan untuk inokulasi di dalam medium diantaranya adalah (Anonim, 2010):
1.    Metode cawan gores
Metode ini punya dua keuntungan yaitu menghemat bahan dan waktu. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan. Metode cawan gores yang dilakukan dengan baik kebanyakan akan menyebabkan terisolasinya mikroorganisme yang diinginkan. Dua macam kesalahn yang umum sekali dilakukan adalah tidak memanfaatkan permukaan medium sebaik-baiknya untuk digores sehingga pengenceran mikroorganisme menjadi kurang lanjut dan cenderung untuk menggunakan inokulum terlalu banyak sehingga menyulitkan pemisahan sel-sel yang digores.
2.    Metode cawan tuang

Cara lain untuk memperoleh  biakan koloni murni dari populasi campuran mikroorganisme ialah dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan dan kemudian dicawankan. Metode ini memboroskan waktu dan bahan dan tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi.


DAFTAR PUSTAKA
Baker Fj, Silverton RE, 1986. Microssopy and Microbiology. London: Saunder Collage Publishing
Buckle, K.A. 1987. Ilmu Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia
Budiarti, LiaYulia. 2009. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Terintegrasi. Banjarbaru: Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat
Hadietomo, R. S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Jakarta: PT Gramedia
Pelczar, Jr et al. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI Press)
Volk & Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar. Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar