Sabtu, 06 Desember 2014

PEWARNAAN GRAM

Metode pewarnaan pertama kali ditemukan oleh Christian Gram pada tahun 1884. Metode ini mengelompokkan bakteri menjadi dua, yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan oleh komposisi dinding selnya sehingga pewarnaan gram tidak bias dilakukan pada mikroorganisme yang tidak mempunyai dinding sel seperti Mycoplasma sp (Tryana, 2008).
Pewarnaan gram adalah suatu metode untuk membedakan spesies bakteri menjadi dua kelompok besar, berdasarkan sifat kimia dan fisik dinding selnya. Pemberian Kristal violet pada bakteri gram positif akan meninggalkan warna ungu muda, perbedaan respon bakteri didasarkan pada struktur dan komposisi dinding sel bakteri. Bakteri gram positif mengandung protein dan gram negatif mengandung lemak dalam presentasi lebih tinggi dan dinding selnya tipis. Pemberian alkohol (etanol) pada pratikum pewarnaan bakteri, menyebabkan tereksasi lipid sehingga memperbesar permeabilitas dinding sel (Syaputra, 2009).
Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu (Tryana, S.T. 2008) :
1.    Struktur dasar (dimiliki hampir semua jenis bakteri)
Meliputi : dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan;
2.    Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)
Meliputi : kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, vakuola gas, dan endospora.
Berdasarkan bentuk morfologinya, maka bakteri dibedakan antara bebebapa bentuk (Lubis, 2008):
1.    Bentuk bola atau cocci;
2.    Bentuk batang atau bacillus;
3.    Bentuk spiral atau sprilli;
4.    Bentuk kama atau vibrios.
Jenis Gram
Bakteri gram dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1.    Gram Positif
Gram positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna Kristal violet sewaktu proses pewarnaan gram sehingga akan bewarna biru atau ungu dibawah mikroskop. Bakteri gam positif seperti Staphyloccocus aureus (bakteri pathogen yang umumnya terdapat pada manusia) hanya mempunyai membran plasma tunggal yang dikelilingi dinding sel tebal berupa Peptidoglikan. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang cukup tebal (20-80 nm) dan terdiri atas 60-100% Pepdoglikan. Dinding sel bakteri gram negatif mempunyai susunan kimia yang lebih rumit pada bakteri gram positif, salah satu contoh dari bakteri gram positif adalah Staphilococcus Aureus (Dwidjoseputro, 2003).
2.    Gram Negatif
Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan gram sehingga akan bewarna merah bila diamati dengan mikroskop. Bakteri juga dapat dibedakan melalui teknik pewarnaan gram. Teknik pewarnaan gram tersebut dapat menghasilkan warna merah dan ungu. Bakteri gram negatif ditandai dengan pewarnaan merah sedangkan yang positif bewarna ungu sampai biru (Dwidjoseputro, 2003).
 Jenis Zat yang Digunakan dalam Pewarnaan
Pewarnaan gram menggunakan 4 macam zat warna yaitu (Dwidjoseputro, 2003):
1.    Kristal violet
Zat warna primer ini digunakan pada tahap pertama dan akan mewarnai semua sel bakteri menjadi warana ungu.
2.    Lugol (larutan mordan)
Reagen ini berguna sebagi mordan, yaitu suatu substansi yang akan meningkatkan afinitas sel bakteri terhadap zat warna dengan cara berikatan dengan zat warna primer sehingga membentuk kompleks yang tidak larut.
3.    Alkohol
Reagen ini merupakan reagen dekolorisasi. Kerja reagen ini ditentukan oleh konsentrasi lipid dan ketebalan lapisa peptidoglikan pada dinding sel bakteri. Pada bakteri gram negative,alcohol akan melarutkan lipid pada lapisan luar dinding sel. Dan karena lapisan peptidoglikan dinding sel bakteri gram negative tipis, maka kompleks kristal/gentian violet dengan lugol akan mudah terlepas sehingga sel bakteri gram negative menjadi tidak bewarna kembali. Pada bakteri gram positive, lapisan peptidoglikannya lebih tebal sehingga kompleks zat warna primer + lugolakan sulit terlepas dan sel bakteri akan tetap bewarna ungu.
4.    Air fuchsin atau safranin sebagai counterstain
Zat warna ini akan mewarnai sel bakteri yang sudah tidak bewarna akibat proses dekolorisasi tadi menjadi terwarna merah.Karena hanya sel bakteri gram negative yang mengalami dekolorisasi, maka golongan bakteri ini akan mengabsorbsi counterstain ini sedangkan sel bakteri gram positif akan tetap bewarna ungu (sesuai zat primer).
Faktor Yang Mempengaruhi Pewarnaan
Faktor-faktor yang mempengaruhi pewarnaan bakteri yaitu fiksasi, pelunturan warna, substrat, intensifikasi pewarnaan dan penggunaan zat penutup. Suatu preparat yang sudah meresap suatu zat warna, kemudian dicuci dengan asam encer maka semua zat warna terhapus. Sebaliknya terdapat preparat yang tahan terhadap asam encer. Bakteri-bakteri seperti ini dinamakan bakteri tahan asam, dan hal ini merupakan ciri yang khas bagi suatu spesies (Lubis, 2008).
Macam-Macam Pewarnaan
Macam-macam pewarnaan (Lubis, 2008) :
1.    Pewarnaan sederhana
Disebut sederhana karena hanya menggunakan satu jenis zat warna untuk mewarnai organisme tersebut. Zat-zat warna yang digunakan untuk pewarnaan sederhana umumnya bersifat alkolin seperti : Metilen Biru, Kristal Violet dan Karbol Fuchsin
2.    Pewarnaan tahan asam
3.    Pewarnaan struktural
Pewarnaan struktural hanya mewarnai satu bagian dari sel sehingga dapat membedakan bagian-bagian dari sel. Termasuk dalam pewarnaan ini adalah pewarnaan endospora, flagella, dan kapsul;
4.    Pewarnaan differensial.
Pemberian warna pada bakteri atau jasad renik lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarnaan pada lapisan tipis, atau olesan, menampilkan perbadaan diantara sel-sel mikroba atau bagian-bagian sel mikroba disebut teknik pewarnaan diferensial.
Tujuan Pewarnaan
Tujuan dari pewarnaan ini adalah untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop, memperjelas ukuran dan bentuk bakteri, untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel vakuola, menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas dari pada bakteri dengan zat warna, serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya (Syaputra, 2009).


DAFTAR PUSTAKA
Diandi, A. 2010. Pewarnaan Gram Positif. http://blogkita.info. Tanggal akses: 1 September 2014
Dwidjoseputro, D. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta
Lubis, H. 2008. Pewarnaan Gram Positif dan Gram Negatif. http://1heartfoods.Wordpress.com/category/. Tanggal akses: 1 September 2014
Syaputra, Y. 2009. Karakteristik Pewarnaan Gram. http://blogkita.Info. Tanggal akses: 30 Agustus 2014

Tryana, S.T. 2008. Bakteri. http://mybioblog.blogspot.com. Tanggal akses 30 Agustus 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar